Salah satu manfaat dari gempa yang terjadi susul menyusul di Aceh dan Jogja, membanjirnya produk-produk bahan dan material bangunan berkategori ringan. Ringan disini artinya material alternatif lebih ringan dari material yang biasa dipergunakan sebelumnya.
Salah satu material ringan yang akan saya bahas adalah material penutup atap, genteng.
Dari bahan pembuatnya, ada atap yang terbuat dari kramik/tanah liat, beton, besi, plastik, kraton (keramik+beton), sirap, serat modern, dll.
Salah satu bahan penutup atap dari serat modern adalah Onduvilla dari Onduline.
Kalo sudah pernah merasakan kekuatan gempa, maka material seperti ini akan menjadi perhatian utama mereka yang ingin membuat rumah.
Onduvilla adalah material atap ringan yang memiliki tekstur atap yang sama dengan sirap. Terbuat dari serat bitumen organik jenuh yang tahan terhadap tekanan dan panas.
“Atap ini mempunyai berbagai keunggulan seperti tidak mudah pecah, ringan, aman, nyaman dan kuat,” demikian dikatakan oleh pimpinan Country Director PT. Onduline Indonesia.
Hasil tes yang dilakukan di pusat penelitian Yarsley, Inggris dan Miami and Metropolitan Dade Country, Amerika, menyimpulkan bahwa Onduline juga cocok digunakan di daerah-daerah yang sering dilanda gempa dan angin puting beliung. Dengan sifatnya yang ringan tetapi kuat, produk yang ramah lingkungan ini menjadi salah satu solusi untuk bangunan di daerah-daerah di Indonesia terutama yang sering terkena bencana gempa dan angin puting beliung sering melanda.
Konsep ramah lingkungan ini telah diikuti oleh kelompok Onduline dengan cara menggunakan recyle industrial product dengan mendaur ulang 100.000 ton serat sclulose, yang digunakan sebagai salah satu bahan dasar dari produk Onduline.
